Wesly Silalahi Tegaskan 8 Sifat Luhur Raja Sang Naualuh Damanik Relevan Sepanjang Masa
- 8 jam lalu
- dibaca 25 kali
Senada dengan itu, Ketua TDBP Siantar–Simalungun, Satben Rico Damanik menjelaskan rangkaian acara Harungguan Bolon, Patappei Sihilap, dan Marsombuh Sihol merupakan momen penting untuk menyatukan keturunan Damanik dari berbagai daerah. Filosofi Marsombuh Sihol, yang berarti ‘melepas rindu’ menjadi inti kegiatan untuk mempererat hubungan keluarga yang terpisah oleh jarak dan kesibukan.
Rico menegaskan, marga Damanik dikenal sebagai Sipukkah Huta, sehingga acara tersebut juga menjadi upaya menjaga marwah dan budaya Simalungun. Ia turut menyinggung keberadaan Monumen Raja Sang Naualuh Damanik sebagai simbol persatuan sekaligus pengingat pentingnya menyatukan ide dan langkah generasi penerus.
“Patappei Sihilap bukan hanya nostalgia, melainkan komitmen untuk merawat identitas dan memperkuat fondasi sosial budaya yang telah diwariskan ratusan tahun lalu,” tandasnya.

Baca: Wesly Undang Bagus Santoso Hadir di Peresmian Monumen Raja Sang Naualuh Damanik
Turut hadir, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, Dandenpom I/1 Pematangsiantar, Letkol CPM Haru Prabowo, DanBrigif TP 36/HM, Harajaon Marpitu, mewakili Kapolres Pematangsiantar, dan organisasi masyarakat Simalungun. (adv)
