Benteng Siantar

Ricuh di Kantor PD PAUS Siantar, Pegawai yang Tak Gajian Mengamuk

Pegawai PD PAUS Kota Siantar menghadang mobil Dirut PD PAUS Bernhard Hutabarat saat hendak meninggalkan lokasi kantor, Jalan Merdeka, Siantar Barat, Rabu (25/9/2019).

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com – Puluhan pegawai Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Kota Siantar mengamuk. Mereka menuntut gaji yang belum dibayarkan bertahun-tahun.

Amatan BENTENG SIANTAR di Kantor PD PAUS, Jalan Merdeka, Siantar Barat, Rabu (25/9/2019), para pegawai dan direksi sempat menggelar rapat.

Namun, rapat tiba-tiba ricuh. Para pegawai menuntut sembari berteriak agar gaji mereka segera dibayar. Bahkan, karena tak ada solusi, para pegawai merusak meja dan kursi yang ada di kantor itu.

BACA: Herowhin Sinaga, dari Calon Walikota Siantar, Dirut PD PAUS Hingga Tersangka

Beberapa saat kemudian, Direktur Utama (Dirut) PD PAUS Bernhard Hutabarat bergegas meninggalkan lokasi kantor. Melihat itu, para pegawai menghadang mobil Bernhard yang hendak pergi.

Keributan sempat terjadi. Hingga akhirnya para pegawai dibawa masuk kembali ke dalam kantor untuk audensi.

Salah seorang pegawai, Arifin Naibaho mengatakan, sejak menjabat pada Desember 2018 lalu, direksi baru tidak pernah memberikan penjelasan tentang penggajian.

“Selama direktur baru, saya yang pegawai gelombang pertama tidak pernah gajian. Ada 270 pegawai. Kami nggak pernah dikumpulkan untuk silaturahmi bagaimana menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Menaggapi hal itu, Bernhard Hutabarat mengaku keuangan sedang terancam. Ia berharap, pegawai mau bersakit-sakitan untuk memperbaiki keuangan perusahaan. Ia pun meminta kepada pegawai untuk sopan dalam menyampaikan tuntutan.

BACA: Direksi PD PAUS dan PD PHJ Sudah Lengkap, Ini Orang-orangnya

“Sebenarnya yang sekarang ini kita berdayakan untuk percepatan. Perusahaan belum sehat. Jadi, yang kita pakai sekarang ini orang-orang yang mau bersakit-sakit dulu untuk menyehatkan perusahaan. Kita tetap layani dengan jalur sopan dan santun,” jelasnya.

Bernhard menuturkan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang untuk menyeleksi pegawai tetap. Kata Bernhard, banyak kesalahan dalam perekrutan yang dilakukan direksi sebelumnya.

“Kita sedang melakukan pendataan ulang. Kita lagi mendata. Apa yang menjadi masalah pegawai. Banyak sekali yang dilanggar (direksi) yang lama. Sudah koordinasi dengan dirtek untuk menyusun pegawaian,” terangnya.

Bernhard meminta pegawai untuk menuntut gaji ke direksi yang lama. Ia menilai tuntutan ini dituganggi segilintir orang.

“Artinya begini, mereka harusnya menanyakan hak mereka ke direksi yang lama. Sebagian (pegawai) tadi seolah-olah ditunggangi oleh segelintir orang,” ujarnya.

Masih di lokasi yang sama, Kuasa Hukum PD PAUS Ramot Saragih mengatakan, pihaknya tetap melakukan audiensi dengan pegawai. Ia mengharapkan pegawai tetap tenang dalam menyampaikan aspirasi.