PT Agung Beton Kembali Beraktivitas, Nyali Kadis Lingkungan Hidup Diuji

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Pekerja PT Agung Beton Perdana menyirami ban truk yang hendak keluar pabrik, Jumat (1/11/2019).

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Perusahaan material PT Agung Beton Persada Utama kembali beraktivitas setelah sempat terhenti beberapa saat. Kali ini, nyali Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar kembali diuji untuk bersikap tegas terhadap perusahaan yang membandal tersebut.

Pantauan BENTENG SIANTAR, Jumat (1/11/2019) siang, aktivitas pabrik perusahaan yang berdiri di Jalan Medan, Kelurahan Tanjung Tongah, Siantar Martoba itu berjalan seperti biasanya. Alat berat silih berganti keluar masuk membawa material. Para pekerja tampak beraktivitas di dalam pabrik. Mereka terlihat menyirami ban truk yang hendak keluar. Tujuannya agar tanah yang menempel di ban itu tidak sampai ke jalan raya.

Kondisi lahan pabrik juga terlihat berlumpur. Lahan tersebut belum dibeton sesuai dengan kesepakatan masyarakat dengan pihak perusahaan.

Sementara, masyarakat ingin agar lahan tempat berdirinya pabrik itu dibeton agar tanah yang dibawa alat berat tidak sampai ke jalan raya. Masyarakat juga ingin pihak perusahaan menyemprot lahan agar abu tidak beterbangan.

Salahseorang karyawan mengatakan, pabrik beroperasi seperti biasa. “Kemarin saja tutup setengah hari. Karena lingkungan hidup (DLH) datang,” kata salah seorang pekerja yang ditemui di pabrik.

Pekerja itu pun membenarkan bahwa mereka menyirami ban truk agar tidak tanah tidak berceceran di jalan.

Sementara itu, Humas PT Agung Beton Persada Utama Darwis menuturkan, pihaknya sudah membersihkan jalan dengan menyemprotnya.

“Ya (sudah beroperasi) setelah kemarin kita bersihkan tanah di jalan,” ujarnya.

Ditanya soal keluhan masyarakat atas pencemaran udara yang dilakukan perusahaan tersebut, Darwis mengatakan, pihaknya masih dalam persiapan untuk membeton lahan. “Ini lagi disirtu untuk persiapan pengecoran,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pematangsiantar Dedi Setiawan tidak mengetahui tentang beroperasinya perusahaan tersebut.

“Nanti, saya suruh anggota untuk mengecek,” katanya.

BacaProtes Masyarakat Martoba ke PT Agung Beton Perdana: Tiap Hari Hirup Debu

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Siantar melalui DLH memberhentikan sementara aktivitas perusahaan material PT Agung Beton Perdana, Kamis (31/10/2019).

Itu setelah keberadaan pabrik tersebut diprotes masyarakat. DLH kemudian turun ke sana untuk menindaklanjutinya. DLH rapat bersama masyarakat dan pihak perusahaan.

BacaAktivitas PT Agung Beton Perdana Berhenti Setelah Diprotes Warga

Hasil rapat itu, DLH menginstruksikan agar aktivitas pabrik diberhentikan sementara sebelum pihak perusahaan menepati janji ke masyarakat.

Kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahaan, antara lain membersihkan jalan dan mengatasi polusi udara. Dan apabila masih beroperasi sebelum kesepakatan dijalankan, perusahaan tersebut terancam dibekukan.

Share this: