Benteng Siantar

Kisah Cinta Kandas Dua Hari Jelang Pernikahan, Sang Pria Bunuh Diri

M Alfarizi (semasa hidup) dan Dessy Zulyanty Tanjung saat merayakan hari pertunangan mereka, 15 Desember 2019.

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Kisah cinta antara M Alfarizi dan Dessy Zulyanty Tanjung selama 6 tahun kandas sudah. Alfarizi memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Pemuda 20 tahun tersebut ditemukan gantung diri menggunakan tali nilon di dapur rumahnya, Jalan Seram Bawah, Gang Selamat, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (5/8/2020) pagi sekira pukul 06.30 WIB.

Sedihnya, Alfarizi bunuh diri dua hari menjelang pernikahannya dengan Dessy. Bahkan, gadis 22 tahun itu melihat langsung sang pacar tergantung di dapur rumah tersebut.

Selain menangis, tak ada hal lain yang bisa dilakukan Dessy. Gadis yang bermukim di Jalan Batalyon, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, itu memeluk erat tubuh Alfarizi yang sudah tak bernyawa. Dia menangis sejadi-jadinya.

Undangan yang sudah disebar untuk acara pernikahan pada Jumat (7/8/2020) mendatang itu menjadi tak berarti. Dan, impian Dessy untuk membina rumah tangga bersama Alfarizi pun pupus.

Butuh Biaya Nikah

Motif di balik bunuh diri Alfarizi juga sangat menyedihkan. Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini disebut putus asa karena masih kekurangan biaya untuk pernikahannya.

“Dugaan sementara, korban (Alfarizi) putus asa karena kekurangan biaya untuk pernikahan,” kata Kapolsek Siantar Barat Iptu Esron Siahaan.

Esron menjelaskan, ayah dan ibu Alfarizi sudah lama bercerai. Kini, ibu Alfarizi berada di Nias.

BacaIbu Gantung Diri Pakai Kain Selendang, Putri Diana Histeris: Mamaaa..

Sebelumnya, sambung Esron, ibunya sempat berjanji kepada Alfarizi untuk membantu biaya pernikahan tersebut. Namun, hingga kini, janji ibunya itu tak kunjung ditepati.

“Ibunya itu janji mau bantu biaya pernikahannya. Tapi, sampai sekarang nggak ada. Padahal, hari Jumat mau menikah. Gara-gara itu korban ini putus asa,” ungkap Esron.

Masih kata Esron, sebelum ditemukan gantung diri, Rabu sekira pukul 06.00 WIB, Alfarizi sempat menghubungi Dessy.

“Korban bilang dia mau datang ke rumah pacarnya itu,” ucap Esron.

Namun, lanjut Esron, setelah ditunggu-tunggu Dessy, Alfarizi tak kunjung datang. Dessy kemudian mendatangi kediaman Alfarizi. Lalu, setibanya di rumah Alfarizi, Dessy langsung mengecek ke kamarnya. Sayangnya, Alfarizi tak berada di kamar.

“Karena nggak ada di kamar, pacarnya itu melihat ke dapur. Rupanya, korban sudah gantung diri di dapur itu,” beber Esron.

Melihat itu, Dessy pun memberitahukannya kepada Karmidi, ayah Alfarizi. Keduanya kemudian menurunkan tubuh Alfarizi yang tergantung di plafon dapur. Nahas, saat itu, Alfarizi sudah tak bernyawa.

Karmidi pun tidak menyangka jika anak sulungnya itu mengakhiri hidup menjelang hari bahagianya. Karmidi mengatakan, Rabu sekira pukul 06.00 WIB, Alfarizi masih terlihat keluar rumah.

“Sebentar saja dia keluar. Sampai di rumah, dia kudengar teleponan sama ceweknya,” kata pria 40 tahun ini.

Tak berapa lama setelah itu, kata Karmidi, Dessy tiba-tiba datang.

“Sampai di rumah, ceweknya itu bilang kalau anakku itu tiba-tiba matikan telepon. Pas dicek, dia sudah gantung diri,” ungkap bapak dua anak ini.

BacaTertekan Diadukan Kawin Halangan, Istri Kedua Disuruh Tidur Lalu Gantung Diri

Karmidi menambahkan, selama ini, Alfarizi dikenal sebagai anak yang pendiam.

“Kalau sama ceweknya, dia sudah pacaran sejak SMP,” pungkas Karmidi.

Sekadar tahu, jenazah Alfarizi sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Bali, Kecamatan Siantar Utara.