Subuh Berdarah di Cafe Lotta Siantar, Seorang Pengunjung Tewas Ditikam
- 2 jam lalu
- dibaca 190 kali
SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Bentrokan berdarah antar sesama pengunjung terjadi di tempat hiburan malam (THM) Cafe Lotta, Jalan Kartini Bawah, dekat Stasiun Kereta Api, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (16/01/2025), dini hari sekira pukul 04.00 WIB. Seorang pengunjung Andre Perwira, meninggal dunia dalam insiden itu.
Menurut informasi dihimpun BENTENG SIANTAR, pemuda 20 tahun asal Desa Silulu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, itu menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami pendarahan hebat akibat luka tusukan pada bagian dadanya. Korban diserang oleh sesama pengunjung dengan menggunakan senjata tajam (sajam).
Masih menurut informasi dari tempat kejadian perkara, penikaman itu bermula dari perkelahian antar pengunjung hingga terjadi penusukan terhadap korban Andre Perwira.
“Iya bang, tadi jam 4 subuh ribut-ribut di sini. Rupanya, sudah ada yang tergeletak berdarah-darah,” kata seorang warga di lokasi kejadian pada Jumat pagi.
Tidak berapa lama setelah kejadian, personel piket Sat Reskrim Polres Pematangsiantar dan Tim Inafis turun ke lokasi.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk keperluan autopsi.

Jenazah korban Andre Perwira bersimbah darah di Cafe Lotta, Jalan Kartini Bawah, Kota Pematangsiantar, Jumat (16/01/2026), subuh.
Baca: Akhir Cerita Kasus Pembunuhan Istri Mantan Sekda Siantar, Terdakwa Divonis 18 Tahun Penjara
Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Sandi Riz Akbar membenarkan kejadian itu. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Masih kita periksa. Ada dua orang kita amankan temannya, yang berada di TKP dan masih kita ambil keterangnya. Untuk keterlibatan masih kita dalami, apakah terlibat atau tidak,” kata Sandi.

Jenazah korban Andre Perwira saat disemayamkan di RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.
Masih kata Akpol 2017 ini, korban ditusuk diduga pakai benda tajam pada bagian bawah dadanya, sehingga mengakibatkan kematian.
“Kita masih menunggu hasil autopsi Rumah Sakit Bahyangkara Tebing Tinggi. Dan, untuk pelaku kita masih melakukan pengejaran,” pungkas Sandi.
