SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Pemerintah sudah bersusah payah menggelontorkan anggaran sampai Rp30 miliar untuk pembangunan Terminal Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar. Namun, sampai saat ini, terminal tipe A itu belum beroperasi maksimal. Bus-bus masih terlihat masuk ke inti Kota Pematangsiantar.
Untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama seluruh stake holder menggelar rapat dengan agenda Terminal Tanjung Pinggir. Dan, pada Rabu (29/01/2026), Wali Kota Pematangsiantar diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Junaedi Antonius Sitanggang kembali menggelar rapat, dengan agenda Optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir. Rapat berlangsung di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar.
Dalam rapat tersebut, disampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan otobus (PO) angkutan umum yang masih beroperasi di luar Terminal Tipe A Tanjung Pinggir.
Sekda Junaedi Sitanggang meminta agar segera diterbitkan standar operasional prosedur (SOP) perihal penindakan terminal bayangan di inti Kota Pematangsiantar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Daniel Hamonangan Siregar menyampaikan paparan tentang kinerja pihaknya yang telah dilaksanakan sejak 16 Desember 2025, dan akan diperpanjang hingga Maret 2026 dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Daniel menerangkan, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan organisasi angkutan darat (organda) dan mendapat persetujuan agar Kantor Organda bertempat di lantai dua Terminal Tanjung Pinggir.
Baca: Keinginan Keras Wesly Segera Operasikan Terminal Tanjung Pinggir!
Kesimpulan hasil rapat, akan dilakukan sejumlah tindak lanjut dalam rangka pengoptimalan Terminal Tanjung Pinggir, yakni: memberikan surat peringatan bagi pengemudi bus yang terbukti melakukan pelanggaran; pendataan kendaraan yang melanggar (tidak masuk terminal); memberikan penjelasan kepada penumpang agar naik dan turun di terminal; menghubungi petugas loket agar segera menempati loket yang tersedia sehingga calon penumpang yang ingin membeli tiket tidak kecewa.
Sebagai informasi, dalam rapat itu terungkap beberapa poin penyebab terminal Tanjung Pinggir masih sepi. Pertama, pool Bus Paradep berada di Jalan Sutomo sehingga sering menerobos. Kedua, Bus Ohana dan Eldivo setiap pagi masih berada di Samping Ramayana.
Baca: TMT 15 Desember 2025, Seluruh Otobus Beroperasi di Terminal Tanjung Pinggir
Kemudian, Dishub sudah melayangkan surat permintaan klarifikasi terkait izin trayek, pool kendaraan dan loket penjualan karcis kepada Paradep, Eldivo, Ohana dan Intra. Keempat, jika tidak dijaga, bus masuk ke inti kota dan tidak masuk ke terminal. Kemudian, kelima masih loket bus Ohana yang berada di terminal.