Potret Sejahtera Petani Binaan: Cabai Merah Siantar Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat
- 2 jam lalu
- dibaca 15 kali
SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Senyum sumringah terpancar dari wajah petani di Kompleks Perumahan Bukit Ono Lala, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Rabu (11/3/2026). Di atas lahan seluas dua rante yang digarap petani marga Malau/Boru Purba, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi hadir langsung untuk melakukan panen raya cabai merah.
Tanaman cabai di lahan tersebut tampak tumbuh subur dan berbuah yang lebat serta berukuran besar. Keberhasilan ini merupakan buah dari program pembinaan rutin yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar.
Wali Kota Wesly Silalahi, yang didampingi Ketua TP PKK, Ny Liswati Wesly Silalahi, tampak antusias memetik langsung cabai merah yang siap panen. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk apresiasi nyata bagi para petani lokal yang telah bekerja keras menjaga produktivitas lahan di tengah tantangan cuaca.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Legianto Pardamean Manurung, menjelaskan bahwa masa tunggu dari semai hingga panen perdana hanya memakan waktu sekitar empat bulan. Menariknya, produktivitas cabai ini bisa bertahan cukup lama.
”Dari lahan seluas dua rante ini, kita bisa memanen rata-rata 50 kilogram setiap minggunya. Hasil ini diprediksi akan terus meningkat di minggu-minggu berikutnya. Bahkan, masa panennya bisa berlanjut hingga 14 bulan,” ujar Legianto.
Baca: Satgas Saber Temukan Harga Minyakita di atas HET
Sekda Pematangsiantar sekaligus Ketua TPID, Junaedi Antonius Sitanggang, menuturkan, selain memberikan kesejahteraan bagi petani, keberhasilan panen lokal ini memiliki dampak besar bagi stabilitas ekonomi kota. Dia mengungkapkan bahwa tahun lalu cabai merah merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi terbesar.

Baca: Cabai Merah Sumbang Inflasi di Siantar, YoY Kedua Tertinggi di Sumut
Sebagai langkah antisipasi, Pemko Pematangsiantar menerapkan sistem Kontrak Tani. Tujuannya adalah agar ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah dapat dikurangi, sehingga harga di pasar lokal tetap stabil.
”Dengan program ini, kita berharap petani sejahtera dan harga di pasar terkendali. Saat ini harga cabai merah bahkan sudah berada di bawah Rp35.000 per kilogram. Semoga langkah ini mendukung target pengendalian inflasi nasional,” terang Junaedi.
