Benteng Siantar

Terjadi di Wilayah Hukum Polsek Parapat, Istri Dibacok Gara-Gara Telat Pulang

Bangun Ambarita, pelaku pembacokan terhadap istrinya diamankan Polsek Parapat, Jumat (1/3/2018) lalu.

SIMALUNGUN, BENTENGSIANTAR.com– Seorang istri dibacok suami sendiri gara-gara telat pulang ke rumah. Tindakan tidak terpuji ini terjadi di wilayah hukum Polsek Parapat, Jumat (1/3/2019), lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Adalah Herita Aritonang (43). Wanita malang ini harus mendapat puluhan jahitan akibat sayatan parang milik suaminya Bangun Ambarita (44).

Keterangan dihimpun, penganiayaan terhadap korban Herita berawal dari kekesalan Bangun. Sore itu, suaminya marah melihat istrinya telat pulang ke rumah.

“Masih pulang rupanya, kau?” bentak Bangun terhadap istrinya saat berpapasan di depan rumah marga Sinaga, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Sadar jika suaminya sudah marah, Herita kemudian meminta maaf.

“Salahlah aku, pak,” ucap Herita menunduk.

Tapi, Bangun tetap marah. Ia kemudian mencabut parang dari pinggangnya. Melihat itu, Herita berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, Herita terjatuh. Saat itulah, Bangun yang sudah dibalut emosi kemudian membacok kedua kaki istrinya.

Melihat darah bercururan di kedua kaki istrinya, Bangun kemudian beranjak. Sementara, warga yang melihat kejadian itu, kemudian melapor ke polisi. Sebagian lagi kemudian menyelamatkan korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Parapat.

BacaSuami Dibacok, Istri Disekap, Puluhan Juta Digasak Perampok

Petugas kepolisian pun datang ke tempat kejadian perkara. Tak lama berselang, Kapolsek Parapat AKP Bambang Priyatno memimpin langsung penangkapan pelaku Bangun sesaat tiba di kediamannya. Dari tangan tersangka, polisi kemudian menyita sebilah parang sebagai barang bukti.

“Tersangka (Bangun, red) akan dijerat dengan pasal 351 ayat 2, perkara penganiayaan berat terhadap istrinya sendiri,” terang Bambang.

BacaGara-gara Menolak Oleskan Balsem, Istri Dibacok Hingga Tewas di Hadapan 3 Anaknya

Sementara itu, menurut sejumlah warga menyebutkan jika Bangun selama ini dikenal sering membuat onar di kampung mereka.

“Tindakan pelaku itu sudah meresahkan. Dia (tersangka) sering mabuk-mabukan,” ucap salahseorang warga bermarga Sinaga.