Benteng Siantar

Ini Penjelasan Lengkap Gugus Simalungun Soal 1 Orang Parapat Positif Corona

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Simalungun Mixnon Andreas Simamora, didampingi Humas Akmal Siregar, saat memberi keterangan kepada sejumlah media, Sabtu (16/5/2020).

SIMALUNGUN, BENTENGSIANTAR.com– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun menyampaikan penjelasan tentang 1 warga Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, positif covid-19 atau virus corona sesuai hasil swab test. Gugus Tugas juga menerangkan tentang awal mula pasien berinisial DPS itu masuk dalam daftar pasien dalam pengawasan (PDP).

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Simalungun Akmal Siregar mengungkapkan, pada 27 April 2020, ada satu orang Parapat berstatus PDP dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat. Menurut hasil rapid test, PDP itu reaktif corona.

“Dan, pasien dalam pengawasan itu diketahui masih bertetangga dengan DPS,” kata Akmal, kepada BENTENG SIANTAR, Sabtu (16/5/2020).

Lalu, sambung Akmal, berdasarkan hasil rapid test itu, Gugus Tugas kemudian melakukan rapid test terhadap para tetangga pasien dalam pengawasan itu di sekitar Parapat. Hasilnya, DPS dan 4 orang keluarganya reaktif corona.

“Selanjutnya, DPS dan 4 keluarganya dirawat di RSUD Parapat,” jelas Akmal.

BacaSakit Sepulang dari Medan, Hasil Swab Test Orang Balimbingan Positif Corona

Untuk selanjutnya, masih kata Akmal, pihaknya mengambil sampel swab test DPS dan 4 keluarganya. Sampel swab pertama diambil pada 28 April 2020, kedua pada 1 Mei. Hasil swab test pertama keluar pada 10 Mei dan hasil swab kedua pada 14 Mei.

Namun, kata Akmal, sebelum hasil swab test keluar pada 14 Mei, DPS dan keluarga meminta pulang. Pada 11 April, mereka merasa sehat dan memaksa untuk keluar (pulang).

“Padahal, hasil swab test keluar pada 14 Mei dan DPS dinyatakan positif,” terang Akmal.

Ketika disinggung soal satu orang yang menjadi PDP di awal hingga dilakukan rapid test di sekitar Parapat, Akmal mengatakan, hasil swab test-nya hingga kini belum keluar.

“Yang PDP di awal itu tidak diisolasi di RSUD Parapat lagi. Sudah di rumah,” ujar Akmal.

Berkat Pendekatan Persuasif, Pasien Bersedia Dirawat 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Simalungun Mixnon Andreas Simamora menambahkan, saat dinyatakan positif hasil swab test, keluarga DPS menolak untuk dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Batu 20, Kecamatan Panombeian Panei, Simalungun.

“Awalnya, keluarga tidak bersedia dibawa. Mereka tidak yakin terhadap surat hasil swab. Padahal, kita sudah menunjukkan suratnya,” ucap Mixnon.

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Simalungun dibantu aparat kepolisian saat melakukan pendekatan persuasif terhadap pasien berinisial DPS (baju cokelat) penduduk Parapat, agar bersedia dirawat kembali, Jumat (15/5/2020).

Namun, lanjut Mixnon, berkat pendekatan persuasif yang dilakukan petugas medis bersama warga sekitar, tokoh masyarakat, gereja dan aparat keamanan, DPS akhirnya bersedia dibawa ke rumah sakit.

“Dua hari kita lakukan pendekatan. Kemarin (Jumat), sudah dibawa ke RS Darurat,” ujar Mixnon.

Mixnon menuturkan, setelah adanya pasien positif itu, pihaknya akan melakukan rapid test secara berulangkali di sekitar Parapat, termasuk terhadap keluarga DPS.

“Kita akan melakukan rapid test berulangkali supaya tidak ada kesalahan. Daerah sekitar juga sudah kita isolasi mandiri,” terangnya.

BacaRumah Sakit Covid-19 Simalungun Resmi Beroperasi, Dilengkapi Alat Swab Test

Mixnon mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sudah berusaha semaksimal mungkin dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Kita sama sekali tidak bermaksud membuat masyarakat down. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, itu yang paling utama,” tandasnya mengakhiri.