Pengabdian Oknum Guru SD asal Medan Berbuah Petaka di Bosar Maligas, jadi Korban Pelecehan Seksual
- Selasa, 18 Feb 2025 - 18:48 WIB
- dibaca 63 kali

Keesokan harinya, korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Dalam laporan pengaduan, dengan Nomor Laporan LP/B/71/II/2025/SPKT/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT, tertanggal 16 Februari 2025, Guru SD berinisial S itu saat ini mengalami trauma.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Selasa (18/2/2025), membenarkan laporan pengaduan korban. AKP Verry mengatakan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun telah mengungkap kasus pelecehan seksual itu dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian dilaporkan.
Kanit PPA Sat Reskrim Polres Simalungun, Ipda Ricardo Pasaribu memaparkan, tim gabungan yang terdiri dari Unit PPA, Tim Inafis Sat Reskrim, dan personel Polsek Bosar Maligas langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) setelah menerima laporan. Hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan dua tersangka yang diidentifikasi masing-masing berinisial ASP (43) dan SS (43), keduanya warga Kecamatan Bosar Maligas.
“Semula, para tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah kami tunjukkan barang bukti yang ditemukan di TKP, keduanya akhirnya mengaku telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban,” ujar Ipda Ricardo Pasaribu.

Kedua pelaku ASP dan SS, keduanya warga Kecamatan Bosar Maligas saat dimintai keterangan di Mapolres Simalungun.
Dijelaskan, Tim Inafis Polres Simalungun menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk satu unit arit dan pisau yang digunakan untuk membuka pintu, satu potongan bambu yang digunakan sebagai alat pembuka pintu, serta sebuah handuk yang terdapat noda bercak diduga darah.
Ipda Ricardo menjelaskan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 6 huruf b UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau Pasal 285 KUHPidana. Ketentuan ini mengatur tentang perbuatan seksual secara fisik yang ditujukan terhadap tubuh, keinginan seksual, dan/atau organ reproduksi dengan maksud menempatkan seseorang di bawah kekuasaannya secara melawan hukum.

Pelaku ASP dan SS, keduanya warga Kecamatan Bosar Maligas ditetapkan tersangka dan diamankan di Mapolres Simalungun.
Baca: Oknum PNS Simalungun Digerebek Istri Berduaan dengan Janda Anak Satu
Baca: Fakta Baru Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Bandar Huluan Terungkap
Kasus ini ditangani oleh tim yang terdiri dari Ipda Ricardo Pasaribu, selaku Kanit PPA, Brigadir Josua Marpaung, personel Polsek Bosar Maligas, serta tim Inafis yang dipimpin oleh Aipda Owen Saragih, dan Aipda Sujid Saputra.