SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Hujan deras yang melanda Kota Pematang Siantar sejak sore hingga malam pada Sabtu (11/7/2020) telah mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi.
Sejumlah kawasan yang terendam banjir yakni jalan lintas Siantar-Medan, Jalan Handayani, Jalan Sibatu-batu, Jalan Tanjung Pinggir, dan Jalan Tanjung Tongah.
Dari beberapa lokasi itu, kawasan yang paling parah adalah Tanjung Pinggir. Sedikitnya, 75 rumah warga terendam hingga ketinggian 2 meter. Penyebabnya adalah meluapnya sungai yang ada di sekitar permukiman masyarakat tersebut.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematang Siantar turun dan mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir di Tanjung Pinggir. Dengan menggunakan perahu karet, petugas mengevakuasi 4 orang dewasa, dan 2 anak-anak.
Baca: Wanita Ini Coba Bunuh Diri di Jembatan Tanjung Pinggir, Selamat Setelah Polisi Datang
Supriono, salah seorang warga menuturkan, air sungai itu meluap pada Sabtu menjelang maghrib. Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 20 tahun terakhir.
“Sebelumnya nggak separah ini,” katanya, kepada BENTENG SIANTAR, Minggu (12/7/2020).
Pengendara Tewas Terseret Banjir
Sementara itu, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud mengungkapkan, dalam insiden itu, seorang warga meninggal. Korban tewas adalah Martin Purba, warga Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur, Siantar Martoba.
Pria 48 tahun itu terseret arus banjir saat melintas mengendarai sepeda motor Yamaha Mio di Jalan Tanjung Pinggir, persisnya di belakang Terminal Tanjung Pinggir, Siantar Martoba, Sabtu malam.
Setelah dilakukan pencarian, Martin akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bawah Jembatan Tapioka, Jalan Medan, Siantar Martoba, Minggu pagi.
“Sebelum dibawa keluarganya, jenazah korban tadi sudah divisum di RSUD Djasamen,” jelas Amir.
Sementara itu, amatan BENTENG SIANTAR, Minggu sore, banjir yang menggenangi sejumlah lokasi tersebut sudah mulai surut. Masyarakat pun sedang membersihkan dan mengevakuasi barang-barang yang ada di rumahnya.
Baca: Suami Istri Tewas Terbawa Arus Bah Bolon, Rumahnya Ikut Terseret
Pemko Siantar berencana mendirikan dapur umum dan menyediakan nasi bungkus kepada korban banjir di Tanjung Pinggir serta Tanjung Tongah.