SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Entah setan apa yang merasuki pikiran oknum dosen berinisial RP itu. Lelaki paruh baya yang mengajar di salahsatu universitas swasta Kota Pematangsiantar tersebut nekat membawa mahasiswinya ke kamar hotel. Alasannya, bimbingan skripsi.
Sementara, si kembang kampus ini (sebut saja namanya Bunga), pun menurut saja. Meski hatinya campur aduk.
Antara percaya dan curiga. Percaya karena yang mengajak, dosen pembimbing. Tetapi, rasa curiga terus menghantui pikirannya.
Kalau bimbingan, mengapa harus ke hotel? Di kampus kan bisa? Atau, kalau ingin lebih santai di warung kopi. Bukankah Siantar ini punya banyak ruang publik? Itulah antara lain sederet pertanyaan silih berganti dalam pikiran Bunga.
Sedangkan, untuk menolak ajakan sang dosen, sama sekali tidak terpikirkan olehnya. Bunga takut, kalau menolak bisa mempersulit dirinya. Saat ini, dia sedang menyusun skripsi. Dan, dosen berinisial RP itu, sebagai pembimbingnya.
Hingga tibalah pada hari Jumat (20/02/2026) siang, kembang kampus ini akhirnya menerima ajakan sang dosen. Dengan mengendarai mobil Toyota Innova berwarna silver, dosen mata kuliah Bahasa Inggris ini membawa Bunga ke salahsatu hotel di seputaran Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.
Sesampainya di kamar hotel, Bunga mulai merasa waswas. Mahasiswi berparas cantik ini memohon agar saat bimbingan berlangsung, pintu kamar hotel dibiarkan tetap terbuka.
Namun, si dosen alih-alih menuruti justru berniat mengunci pintu kamar hotel. Lalu, dia berbuat tidak senonoh. Tubuh indah Bunga mulai diraba-rabanya.
Baca: Mesum di Kampus USI, Sopir Angkot Ini Bulan-bulanan Mahasiswa
Melihat gelagat mesum si dosen, Bunga pun dengan sigap bergegas keluar dari kamar. Lalu, berlari meminta pertolongan pegawai di kantor resepsionis.
Dengan berurai airmata, Bunga menceritakan perbuatan tidak senonoh yang dialaminya. Bunga sama sekali tidak menduga kalau pria yang selama ini sangat dia hormati, justru merendahkannya.
Baca: Mayoritas Penghuni Kos-kosan di Siantar Tak Punya Identitas, 9 Orang Terjaring Razia
Tidak berapa lama, dosen berinisial RP itu turun dari kamar lantai 2. Lalu, datang menghampiri Bunga. Ia memohon maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. (Bersambung)—