Benteng Siantar

Longsor Parapat, ‘Tangisan’ Bukit Simarbalatuk dan Ketidaktahuan Camat Girsip

Bekas galian C ilegal di puncak Bukit Simarbalatuk, Nagori Bangun Dolok, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Foto ini diabadikan Rabu (2/1/2018).

SIMALUNGUN, BENTENGSIANTAR.com– Musibah longsor berkali-kali menerjang Jembatan Siduadua Parapat, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Dampaknya dahsyat. Arus lalu lintas Siantar-Parapat, lumpuh. Kota wisata Parapat, lengang. Ekonomi lesu. Padahal, ini sedang berlangsung libur Tahun Baru.

Semua terkena dampak. Termasuk para pemudik yang ingin pulang kampung ke dan dari wilayah Tapanuli (Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara (Taput), Sibolga-Tapteng, Humbanghasundutan (Humbahas), Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) dan kepulauan Nias) ikut merasakan imbas dari musibah longsor tersebut. Untung petugas kepolisian sigap, mengarahkan para pengendara mengambil jalur alternatif.

Lalu, siapa yang untung? Dari penelusuran BENTENG SIANTAR (siantar.bentengtimes.com), musibah longsor ternyata bermula dari adanya aktivitas penebangan kayu liar dan tambang galian C ilegal di areal Bukit Simarbalatuk, Nagori Bangun Dolok, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

BacaTerdengar Gemuruh, Lalu Air Bah Tumpah Menerjang Tiga Mobil di Parapat

Akibat aktivitas liar itu, Bukit Simarbalatuk gundul. Batu kerikil ‘dicongkel’ dari perut bukit. Tepi jurang menjadi tandus. Yang tersisa, tinggal tungkul kayu bekas penebangan. Dan, tumpukan batu kerikil bekas galian para pengusaha nakal yang selama ini luput dari perhatian publik.


Tungkul kayu bekas penebangan di puncak Bukit Simarbalatuk, Nagori Bangun Dolok, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Foto diabadikan Rabu (2/1/2018).

Pada Rabu (2/1/2019), sejumlah wartawan menemukan tumpukan kerikil dan gubuk para penambang di puncak Bukit Simarbalatuk. Diperkirakan aktivitas tambang telah berhenti tak lama setelah longsor menerjang Jembatan Siduadua Parapat.

Sementara itu, Camat Girsang Sipangan Bolon (Girsip) Boas Manik, ketika ditanya terkait aktivitas penebangan dan galian C di bukit, mengaku tidak mengetahuinya. Boas beralasan masih baru menjabat camat di kota wisata andalan Kabupaten Simalungun tersebut.

BacaLongsor Parapat, Tukang Peti Mati Itu Rela Hilang Nyawa Demi Istri dan 3 Anaknya

Namun, Boas menegaskan, sejak ia menjabat Camat Girsang Sipangan Bolon, sama sekali tidak ada aktivitas tambang ilegal maupun penebangan kayu liar di Bukit Simarbalatuk.

“Kita kan masih baru di sini (menjabat Camat Girsang Sipangan Bolon). Tapi, sejak kita tugas, tidak ada aktivitas di situ. Nggak tahu, kalau tahun-tahun sebelumnya,” kilah Boas.