6 Fakta Cekcok Berujung Maut Menewaskan Seorang Buruh Tani di Purba

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Jenazah Plores Panjaitan saat hendak diotopsi di Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar, Kamis (2/7/2020).

2. Ditikam Pakai Tumbuk Lada

Lalu, pelaku kembali ke rumah dan mengambil tumbuk lada miliknya. Saat itu, istri pelaku Maharani Malau (34) berusaha menghalangi Hermanto agar mengurungkan niatnya.

Tapi, Hermanto tetap melangkah dan bertindak nekat. Dia pun kembali menemui tetangganya itu. Dan terjadilah cekcok mulut antara keduanya. Melihat itu, istri pelaku Maharani berusaha melerai.

Sementara, Plores yang tidak terima dimaki kemudian menyerang Hermanto. Kayu yang ada di genggamannya diayunkan hingga mengenai kepala Hermanto.

Tak terima, Hermanto melayangkan serangan balik. Dia kejar Plores kemudian menyarangkan tumbuk lada miliknya tepat di dada korban. Akibat serangan senjata tajam itu, Plores pun roboh seketika.

Setelah melihat Plores tidak berdaya, pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi dan segera melarikan diri. Sementara, belati yang ia gunakan menghabisi nyawa korban dibuang di semak-semak dekat tiang PLN, sekira 100 meter dari lokasi kejadian.

Sekadar tahu bahwa Tumbuk Lada merupakan senjata tradisional khas Karo dan Melayu di pesisir Sumatera Timur, khususnya Melayu Langkat, Melayu Deli, dan Melayu Serdang. Tumbuk lada berbentuk pisau yang umumnya terbuat dari bahan logam kuningan yang bersifat racun dan digunakan untuk pertarungan jarak dekat.

3. Pulang Minum Tuak

Sementara itu, Hermanto Pakpahan kepada polisi, sebelum kejadian pembunuhan, dia baru saja mengonsumsi tuak (minuman beralkohol, red) di sekitaran Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Simalungun.

Dalam pengaruh minuman keras, dia pun kembali ke kampungnya di Dusun Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba. Sesampainya di kampung, dia langsung pulang ke rumah.

BacaNekat Membunuh Karena Cemburu, Korban Diduga Sering Candain Istri Pelaku?

Nah, saat sedang berada di rumah, dia melihat Plores sedang tertawa dengan seorang temannya. Dia pun merasa tersinggung karena mengira sedang ditertawakan.

“Saya tersinggung, pak,” katanya singkat.

Share this: