6 Fakta Cekcok Berujung Maut Menewaskan Seorang Buruh Tani di Purba

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Jenazah Plores Panjaitan saat hendak diotopsi di Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar, Kamis (2/7/2020).

4. Pisau Kena ke Jantung

Tim Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar sudah selesai melakukan otopsi terhadap korban pembunuhan Plores Panjaitan, Kamis (2/7/2020) siang.

Kepala Forensik dr Reinhard Hutahaean memastikan, penyebab utama kematian pria berusia 36 tahun tersebut karena terkena tusukan di dada sebelah kiri.

“Satu tusukan di dada sebelah kiri. Kena ke jantung,” kata Reinhard, saat dihubungi BENTENG SIANTAR, lewat telepon seluler.

5. Buruh Tani

Menurut keterangan salahseorang warga Hotman Saragih (48), baik korban Plores Panjaitan maupun Hermanto Pakpahan kesehariannya sama-sama bekerja sebagai buruh tani. Menurut Hotman, keduanya merupakan pendatang di Dusun Bandar Mariah dan bekerja mencari upahan di ladang-ladang jeruk milik warga.

Hotman menuturkan, Hermanto Pakpahan tinggal bersama istrinya Maharani Malau. Sementara, Plores diketahui tinggal seorang diri.

“Di sini, dia (korban) tinggal seorang diri. Kami tidak tahu di mana keluarganya,” ujar Hotman, ketika dikonfirmasi BENTENG SIANTAR.

BacaDuka di Tengah Badai Corona, Seorang Petani Simalungun Meninggal Disambar Petir

Namun belakangan ini, Plores diketahui bekerja di ladang jeruk milik Anderson Sinaga. Pekerjaannya beragam, mulai dari menanam, perawatan hingga panen jeruk.

“Sosok orangnya baik. Kita sangat menyesalkan perbuatan pelaku,” pungkas Hotman.

Share this: