Dana PIP di SMA YP Gotong Royong Simalungun Dipotong, Rp1,8 Juta Jadi 780 Ribu

Share this:
BMG
SMA YP Gotong Royong di Nagori Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, BENTENGSIANTAR.com– Dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Pendidikan (YP) Gotong Royong, Kabupaten Simalungun, dipotong oknum bendahara sekolah.

Informasi diperoleh BENTENG SIANTAR, ada 44 pelajar sekolah tersebut yang menerima bantuan. Bantuan yang disalurkan pemerintah itu besarannya Rp1,8 juta per siswa.

Namun, pada 29 Desember 2025 lalu, para siswa tidak menerima sebesar Rp1,8 juta, melainkan hanya menerima Rp780 ribu.

“Yang kami terima hanya 780 ribu. Uangnya dipotong. Katanya, untuk uang SPP 4 bulan ke depan dan administrasi,” ungkap salah seorang siswa penerima bantuan.

BacaPelantikan 72 Pangulu Terpilih di Simalungun ‘Beraroma’ Pungli, Rp15 Juta per Orang

Rincian pemotongan tersebut yakni Rp720 ribu untuk uang SPP dan Rp300 ribu untuk administrasi. Uang tersebut dikatakan dipotong oleh Kiki Anggraeni Lubis, Bendahara SMA Gotong Royong, Nagori Margo Mulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Atas adanya kutipan tersebut, Kepala Sekolah SMA YP Gotong Royong, Sri Muliana Saragih dan Bendahara, Kiki Anggraeni Lubis belum memberikan penjelasan.

BacaPungli Jadi Akar Masalah Harga Pupuk Lampaui HET di Simalungun, APH Diminta Bertindak!

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah VI Siantar-Simalungun, August Sinaga mengaku, dirinya sudah memerintahkan bawahan untuk memanggil Kasek dan Bendahara SMA YP Gotong Royong.

“Bapak hubungi Kasi SMA. Kemarin, saya tugaskan memanggil kasek dan bendahara sekolah terkait masalah itu,” kata August.

Namun sayang, saat coba dihubungi BENTENG SIANTAR, Kasi SMA, Wili Turnip tidak memberi jawaban.

Share this: