Begini Tanggapan Ihutan Bolon Damanik Atas Tuntutan Pemindahan Tugu Sangnaualuh

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Walikota Siantar Hefriansyah Noor saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan Haji Adam Malik, 10 November 2018.

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Salah satu organisasi Simalungun Ihutan Bolon Damanik meminta agar pihak-pihak yang menolak pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan H Adam Malik dapat bertindak arif dan bijaksana. Hal itu mengingat Kota Siantar dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia. Dengan adanya gejolak penolakan itu, dikhawatirkan dapat mengganggu toleransi itu.

“Itu kan (penempatan tugu di Lapangan H Adam Malik) kebijakan walikota. Mari kita dukung. Untuk saudara-saudara kita yang meminta dipindahkan, marilah kita bertindak arif dan bijaksana. Kota kita ini kan dikenal kota paling toleran,” kata Panner Damanik, Ketua Ihutan Bolon Damanik Siantar-Simalungun, kepada BENTENG SIANTAR (siantar.bentengtimes.com), Senin (26/11/2018).

Panner berpendapat, penolakan ini sudah terjadi berulang kali. Dan, untuk mencapai suatu kesepakatan, memang kebijakan sangat dibutuhkan.

“Dulu, di Taman Bunga (Lapangan Merdeka) juga ada yang menolak. Ada sepihak-sepihak (yang menolak). Ini ditolak lagi. Jadi mau dimana lagi kita buat?” tanya Panner.

Menurut Panner, sejatinya keberadaan tugu tersebut nantinya di Lapangan H Adam Malik, tidak menganggu. Alasannya karena tugu tersebut dibangun membelakangi masyarakat jika menghadiri kegiatan di lapangan tersebut.

“Justru kalau (tugu) menghadap ke masyarakat yang mengganggu. Kalau ada natalan atau sholat, kalau tugunya menghadap ke masyarakat, itu batu mengganggu. Kalau membelakangi justru nggak ada masalah,” terangnya.

Selain itu, ketika ada kegiatan, masih ada ruang-ruang kosong di lapangan tersebut.

“Ukurannya (tugu) itu kan 25 x 25 meter. Biasanya juga kalau ada kegiatan, lapangan itu tidak penuh. Biasanya hanya setengah atau tiga perempat itu yang dipakai,” ujarnya.

(Baca: Muncul Polemik Pasca Tugu Sangnaualuh Dibangun di Lapangan H Adam Malik)

(Baca: Alasan di Balik Penolakan Pembangunan Tugu Sangnaualuh di Adam Malik)

Panner juga tidak mempermasalahkan diberhentikannya pembangunan tugu sampai ada solusi terbaik. Jikalau harus dipindahkan, tambah Panner, Lapangan Merdeka adalah lokasi terbaik.

“Nanti kan kita berembuk lagi. Kelompok yang minta dipindahkan itu pun diundang. Walikota harus bijaklah. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” pungkasnya.

(Baca: Kembali Berunding dengan Ahli Waris Sangnaualuh, Proyek Tugu Dihentikan Sementara)

(Baca: Kapolres Siantar Soal Judi Togel: Kita Sikat!)

Seperti diketahui, Gabungan Masyarakat Islam Kota Siantar (Gamis) menolak pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan H Adam Malik, dan meminta agar segera dipindahkan. Alasannya karena keberadaan tugu itu nantinya mengganggu masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan keagamaan di lapangan tersebut.

Gamis sudah menyampaikan permintaan itu ke Walikota Siantar Hefriansyah Noor. Dan kini, Pemerintah Kota Siantar sudah menghentikan pembangunan Tugu Sangnaualuh di Lapangan H Adam Malik, menunggu kesepatan dengan seluruh pihak.

Share this: