Benteng Siantar

Kepala Pasar Dwikora Nonaktif Melawan: Saya Korban Direksi PD PHJ

Mindo Nainggolan, Kepala Pasar Dwikora Nonaktif

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Mindo Nainggolan mengungkapkan tidak akan tinggal diam atas tudingan negatif yang berujung penonaktifan dirinya sebagai Kepala Pasar Dwikora. Menurut Mindo, ia sengaja dikorbankan, dibungkam agar jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Horas Jaya (PHJ) terselamatkan atas semua kesalahan mereka yang telah mencuat dan viral.

“Terlampau banyak fitnah. (Terkait surat penonaktifan) saya akan melakukan perlawanan melalui PTTUN,” ujar Mindo Nainggolan, lewat pesan WhatsApp (WA), Minggu (3/3/2019). Dalam pesan WhatsApp itu, ia juga mengklarifikasi tudingan negatif Direksi PD PHJ terhadap dirinya.

Mindo mengatakan, apa yang disampaikan Imran Simanjuntak (pada masa itu sebagai Dewan Pengawas) adalah keliru. Menurutnya, pengelolaan kios semuanya melalui mekanisme yang diambil berdasarkan keputusan rapat. Bahkan, Didi Cemerlang yang pada saat itu bertindak sebagai direksi PD PHJ melakukan sosialisasi ke pedagang.

“Ada foto dan videonya,” ujar Mindo.

Mindo menjelaskan bahwa apa yang mereka kerjakan semata-mata demi kemajuan PD PHJ, bukan sekadar teori. Sehingga kondisi PD PHJ yang menurut Mindo dulunya terpuruk secara perlahan mulai membaik. Pembayaran gaji karyawan perlahan mulai lancar.

“Mereka (direksi PD PHJ sekarang) sudah memfitnah. Bicara tanpa bukti,” ucap Mindo.

BacaDi Balik Penonaktifan Kepala Pasar Dwikora, Hura-Hura Hingga Beli Mobil Baru Disorot

Mengenai mobil baru miliknya, Mindo sedikit protes. Menurutnya, siapa pun berhak memiliki kendaraan. Mengenai asal usul kendaraan, Mindo mengungkapkan bahwa pembelian kendaraan itu diperoleh secara kredit dan uangnya didapat lewat uang arisan keluarga.

“Soal arisan keluarga, saya sudah bilang ke direksi. Saya kredit,” tuturnya. 

Lalu tentang retribusi Kartu Izin Berdagang (KIB) sebesar Rp1 juta per kios, menurut Mindo sebelumnya sudah dibicarakan dengan Toga Sehat Sihite, salahsatu direksi PD PHJ. Lewat pemungutan retribusi itu, diperoleh dana sebesar Rp48 juta. Lalu oleh salahseorang direksi PD PHJ, ia diminta menyetorkan seluruh uang hasil pemungutan retribusi KIB tersebut karena alasan hendak membayar gaji karyawan.

“Bertepatan saat itu kata Mindo, di bulan Desember, mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru. Sehingga, tak mungkin mereka tidak tahu. Saya lakukan sesuai SOP (standar operasional prosedur). Silahkan tanya pegawai saya,” ucap Mindo.

Mengenai adanya tuduhan terhadap dirinya melakukan kutipan di luar keputusan, Mindo meminta Direksi PD PHJ tidak asal berbicara.

“Ini fitnah. Silahkan beber kwitansinya! Yang Mana? Jangan asal ngomong,” kritik Mindo.

BacaRp2,5 Miliar Dugaan Kerugian Negara Dalam Revitalisasi Pasar Dwikora

Selanjutnya mengenai penonaktifan, Mindo mengatakan sangat menyesalkan kebijakan Direksi PD PHJ. Ia mengaku sama sekali tidak pernah dipanggil, dikonfrontir terkait tudingan miring terhadap dirinya. Ia menegaskan, sama sekali tidak melakukan seperti yang Direksi PD PHJ tuduhkan.

“Seharusnya, panggil saya dulu. Ini jelas melanggar aturan,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, ia membenarkan telah menandatangani surat pernyataan yang isinya memuat tidak pernah memberikan sejenis apapun uang dari Balairung Rajawali. Namun, dia mengaku terpaksa melakukannya karena mendapat intimidasi dari direksi PD PHJ.

Ia menjelaskan bahwa hal itu berawal dari beredarnya rekaman percakapan tentang pemberian uang yang asli kepada beberapa direksi. Kemudian, dia dipanggil Dirut PD PHJ. Tiba di ruangan Dirut PD PHJ, ia diminta untuk mematikan HP (handphone).

“Lalu, saudara Toga Sihite membawa selembar kertas berisikan surat pernyataan yang telah mereka siapkan dan konsep sendiri! Pada saat itu, saya sempat protes dan tidak mau menandatanganinya sebelum ada saksi dari saya (karena saat itu saya sendiri bertemu mereka para direksi), tetapi mereka mengintimidasi saya dengan kata-kata. Jadi, saya tertekan dan terpaksa menanda-tanganinya tanpa adanya saksi dari saya sebagai Kapas,” sebut Mindo lewat pesan WhatsApp-nya.

BacaSpesialis Curanmor di Pasar Dwikora Diringkus, 4 Unit Sepeda Motor Diamankan

Meski demikian, Mindo menegaskan tidak akan menyerah. Ia mengaku akan melakukan perlawanan terhadap para direksi PD PHJ. Sebab menurut Mindo, Direksi PD PHJ juga telah menerima uang dari pemungutan retribusi pengurusan KIB para pedagang tersebut.

“Saya siap menghadapi tuntutan yang mereka siapkan,” tegas Mindo.