Benteng Siantar

Perumda Tirtauli Siantar Sosialisasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum, Anda Tahu Tujuannya?

Tim Penyusun Dokumen RPAM Perumda Tirtauli Siantar melaksanakan sosialisasi ke seluruh pegawainya, Rabu (29/11/2023).

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Untuk memastikan air yang didistribusikan ke pelanggan sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, Perumda Tirtauli Pematang Siantar melaksanakan sosialisasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) ke seluruh pegawainya.

Sosialisasi yang dimulai sejak awal Oktober 2023 ini dilakukan secara bergilir sebanyak lima sesi. Dan, di Sumatera Utara, Perumda Tirtauli merupakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang pertama melaksanakan sosialisasi ini.

Ketua Tim Penyusun Dokumen RPAM Perumda Tirtauli Darwanto, melalui Anggota Tim, Jostar Simamora menerangkan, sosialisasi tersebut ditujukan agar seluruh pegawai dapat memahami cara mengamankan air minum, sejak dari hulu atau sumber mata air hingga ke hilir atau ke rumah-rumah pelanggan.

Pemahaman yang disampaikan, meliputi aspek administratif maupun teknis. Termasuk dasar hukum penyusunan RPAM, proses penyusunannya, komitmen direksi, hingga metode-metode pengecekan kualitas air dan pendokumentasian.

“Seluruh pegawai harus memahami bagaimana cara mengamankan air minum, termasuk pendokumentasiannya, memasukkan ke dalam angggaran, menafsir, dan mengkalkulasi harga, semua pegawai harus memahami dari hulu sampai ke hilir,” tegas Jostar Simamora, Rabu (29/11/2023).

BacaPemko Siantar Terima Aset Air Minum Senilai Rp31 Miliar Lebih dari BPPW Sumut

BacaSambut Natal dan Tahun Baru, Perumda Tirtauli Siantar Berbagi Bingkisan, Air Digratiskan

Salah satu aspek teknis yang harus dipahami, semisal jika terjadi air yang kondisinya keruh. Di dalam RPAM, lanjut Jostar, telah dimuat tahapan penanganan untuk kasus seperti ini, dimulai dari metode mengindentifikasi penyebab keruhnya air, cara penanggulangan sementara, dan penerapan solusinya.

“Contohnya, air keruh. Jadi, di sana sudah dibuat tahapan-tahapan untuk mengatasi itu. Dimulai dari mengindentifikasi penyebab kekeruhan air, menyertakan buktinya, seperti di rumah sakit ada rekam medis namanya. Kemudian, bagaimana cara menanggulangi sementara. Selanjutnya, dipelajari apakah efektif cara itu. Kalau belum efektif, nanti ada lagi penilaian resikonya untuk kemudian dikaji ulang,” papar Jostar, yang juga menjabat Kasubbag Litbang Perangkat Keras Perumda Tirtauli ini.

BacaIni Titah Walikota Susanti, ASN Siantar Wajib Sumbang Buku ke Perpustakaan Sintong Bingei

BacaJalan Berliku Pemilik Angel Kebaya Siantar, Diviralkan di Facebok, Dipenjara, Walau Akhirnya Vonis Bebas

Sosialisasi ini digelar secara bergilir karena wajib diikuti seluruh pegawai. Dan, Perumda Tirtauli menggelarnya sebanyak lima sesi, yang setiap sesinya digelar pada hari yang terpisah dengan peserta pegawai yang berbeda.