RHS: ASN Merasa Tertekan dan Ketakutan, Itu Tak Akan Terjadi Lagi

Share this:
BMG
Suasana pertemuan Calon Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga dengan keluarga besar Ikatan Alumni SMTP 1 Raya Kabupaten Simalungun, Sabtu (31/10/2020).

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Radiapoh Hasiholan Sinaga menegaskan, kelak apabila dia dipercaya masyarakat memimpin Kabupaten Simalungun, tidak akan memberikan jabatan atau posisi apapun terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan cara membayar, termasuk dengan istilah mengisi pulsa.

Calon Bupati Simalungun nomor urut 1 ini juga memberi garansi, dalam kepemimpinannya bersama Zonny Waldi, tidak akan ada ASN yang merasa tertekan dan ketakutan.

“Itu tidak akan terjadi dalam kepemimpinan RHS-ZW,” kata Radiapoh, saat menerima kehadiran keluarga besar Ikatan Alumni SMTP 1 Raya Kabupaten Simalungun di rumah pribadinya, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Radiapoh, setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan hati. Termasuk para ASN.

“Kalau kita bekerja dengan hati, maka kita melihat dan merasakan segala sesuatunya dengan hati juga,” ujarnya.

Dia mencontohkan pengalamannya saat mengurus perizinan mendirikan sekolah di Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dia mengaku kaget karena proses pengurusan izin begitu cepat.

“Hanya tiga jam, selesai. Saya kaget sekali. Dan, lebih kaget lagi, mereka tidak mau menerima uang terima kasih yang sudah saya persiapkan,” kenang Radiapoh.

BacaPengamat Hukum: Program si Bersih RHS-ZW jadi Harapan Baru Birokrat

Kata Radiapoh, berbeda dengan di Kabupaten Simalungun. Dari pengalamannya, mengurus izin mendirikan sekolah di Simalungun, satu tahun tak keluar-keluar izinnya.

“Tadinya, berencana bikin sekolah di Simalungun, tapi karena ngurus izinnya lama, saya alihkan ke Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Bersambung ke halaman 2..

Share this: