Benteng Siantar

RHS Utamakan Ekonomi, Hasim Mandiri, Wagner Unggul, Anton Mantab

Debat putaran pertama antar paslon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Sabtu (14/11/2020).

PARAPAT, BENTENGSIANTAR.com– Empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun periode 2020-2024 telah memaparkan visi dan misi dalam Acara Debat Publik Putaran Pertama Antar Pasangan Calon berlangsung pada Sabtu (14/11/2020) malam.

Dikutip dari livestream KPU, lewat facebook, moderator debat Ayu Juwita memberikan kesempatan dan durasi waktu yang sama kepada setiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun untuk menyampaikan visi dan misinya membangun Kabupaten Simalungun lebih maju dan jaya.

Radiapoh: IKM dan UMKM, Usaha Anti Resesi

Radiapoh Hasiholan Sinaga yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi misi, mengungkapkan, mereka ingin mewujudkan rakyat Simalungun sejahtera, seperti tagline mereka ‘Rakyat Harus Sejahtera’. Untuk mewujudkan visi itu, pasangan calon nomor urut 1 itu telah merumuskan beberapa misi diantaranya melakukan pemulihan ekonomi, peningkatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Kemudian pendidikan dan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pertanian dan agrobisnis, kesehatan dan generasi muda.

BacaInsting Hebat, RHS Melejit Saat Pertumbuhan Industri Properti Melambat

Dia menyadari bahwa persoalan klasik di Simalungun adalah masalah jalan. Namun, Radiapoh lebih memilih pemulihan ekonomi sebagai prioritas utama.

Bersambung ke halaman 2…

Saat ini, menurut Radiapoh, situasi ekonomi Indonesia mengalami stagnasi, bahkan cenderung pertumbuhan ekonomi menurun.

Maka untuk membangkitkan perekonomian, Radiapoh mengatakan, mereka akan memprioritaskan pemulihan ekonomi melalui pengembangan IKM (Industri Kecil dan Menenangah) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Menurut Radiapoh, sektor IKM dan UMKM dapat mengawal perekonomian Indonesia.

“IKM dan UMKM, adalah usaha anti resesi,” ujar pengusaha sukses di rantau ini.

Dan, dia yakin lewat pemulihan ekonomi masyarakat Simalungun, maka akan bisa membantu mereka mewujudkan visi misi yang lain agar Rakyat Simalungun sejahtera.

Hasim-TPS Bikin Badan Usaha Nagori

Sementara, pasangan calon nomor urut 2 Mujahidin Nur Hasim dan Tumpak Siregar mendambakan terwujudnya Simalungun yang mandiri, rukun, sejahtera, melalui peningkatan sistem ekonomi dan SDM unggul.

Tuppak Siregar yang didaulat Hasim membacakan visi misinya, mengatakan, untuk mewujudkan visi itu, mereka akan membuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan transparan.

BacaDisomasi Halak Simalungun, Hasim Masa Bodoh

Kemudian meningkatkan kualitas hidup dengan memperbaiki manajemen dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan melalui pemanfataan ilmu teknologi dan kearifan lokal.

Bersambung ke halaman 3…

Ketiga, masih kata Tuppak, memperkuat kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor pertanian dan memfasilitasi Badan Usaha Nagori (Bumnag). Lalu, meningkatkan sektor pariwisata dengan tata kelola profesional, memelihara budaya di tengah kemajukan.

Wagner, Jenderal Polisi Anti KKN

Sedangkan, pasangan calon nomor urut 3 Irjen Pol (Purn) M Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih justru menyinggung persoalan 70 persen jalan di Simalungun yang mengalami kerusakan. Lalu, daya saing SDM yang masih rendah.

“Itu bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” kata Wagner, yang pada saat debat itu tampil tanpa teks.

Kemudian, dia juga menyoroti ekonomi relatif stagnan, pelayanan publik masih rendah.

“Ini dibuktikan hasil Ombudsman tahun 2009 dan Tahun 2019,” sebut calon bupati dari jalur independen ini.

Kemudian, Wagner juga mengungkapkan tata kelola pemerintahan di Pemkab Simalungun masih kurang baik dan kurang profesional.

“Terbukti, (Laporan Keuangan Pemkab Simalungun) dua kali disclaimer,” kata Wagner.

BacaSilaturahmi Wagner Damanik: Cerita Masa Kecil hingga Sosok Pemimpin di Simalungun

Meski demikian, dia ingin Simalungun unggul dalam banyak hal.

“Unggul infrastruktur, SDM, ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik,” beber Wagner.

Bersambung ke halaman 4…

Untuk mewujudkan visi itu, dia dan pasangannya Abidinsyah akan membangun infrastruktur berkelanjutan, mewujudkan Simalungun cerdas dan sehat. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Lalu, mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan transparan. Meningkatkan daya saing pertanian, mengelola pariwisata, dan juga ekonomi kreatif.

“Kami berkomitmen anti KKN. Tidak ada jual beli jabatan,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua ini.

Oleh sebab itu, mereka akan melakukan transparansi, dengan menerapkan birokrasi digital dan juga membuat aplikasi ‘Lapor’ (Layanan Lapor Rakyat).

Hal lain yang dia anggap tak kalah penting adalah efensiensi anggaran, pendelegasian kewenangan seperti pengurusan KTP cukup di kantor kecamatan. Selanjutnya, membangun kerja sama antar daerah, dengan provinsi, dan dengan pemerintah pusat.

“Terakhir, Simalungun unggul ketika masyarakat tidak bisa dibeli suaranya,” pungkas Wagner.

Anton: Simalungun Butuh Sosok Bapak

Lalu, pasangan calon nomor urut 4 H Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus ingin mewujudkan visi ‘Semangat Baru untuk membangun Simalungun lebih mantab. Anton menyebutkan, Kabupaten Simalungun terdiri dari 386 nagori, 27 kelurahan, dengan jumlah keseluruhan kelurahan/nagori sebanyak 413.

BacaPDIP Dukung Anton Saragih-Rospita Sitorus

Anton menganalogikan, Kabupaten Simalungun ibarat rumah besar yang membutuhkan sosok bapak untuk memberikan rasa nyaman dan kondusif.

“Soal infrastruktur, bila kurang baik, maka perlu diperbaiki,” ujarnya.