Ada Disebut MK2S di Balik Kontroversi Jual Beli Seragam Batik SMP Simalungun

Share this:
RICHARDO GULTOM-BMG
Anggota DPRD Simalungun Bona Uli Rajagukguk dan Juarsa Siagian saat meminta klarifikasi dari Kepala SMPN 1 Huta Bayu Raja Antoni MH Sitorus, terkait dugaan pungli tebus ijazah dan jual beli seragam batik SMP, Kamis (28/4/2022).

Kadisdik Simalungun ‘Buang Badan’

Lalu, Bona Uli menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Zocson Silalahi lewat telepon selularnya. Dari balik telepon, Zocson Silalahi diketahui terkesan buang badan. Ia mengaku mengaku tidak tahu menahu persoalan pengadaan baju batik SMP itu.

Bona Uli lalu kembali bertanya ke Antoni MH Sitorus. Dan, Antoni pun kemudian mengungkapkan jika dia menerima seragam batik SMP itu dari penyedia lewat Even Damanik, Ketua MK2S Simalungun.

“Iya pak, kami (semua Kepala sekolah SMP se Simalungun), dikumpulkan MK2S,” ungkap Antoni.

Setelah melakukan pertemuan ‘singkat’ itu, Bona Uli kepada BENTENG SIANTAR mengatakan, akan menindaklanjuti dugaan pungli uang tebus ijazah dan jual beli seragam batik SMP Simalungun itu.

Anggota DPRD Simalungun Bona Uli Rajagukguk dan Juarsa Siagian menemui Kepala SMP Negeri 1 Huta Bayu Raja, Antoni MH Sitorus, di ruang kerjanya, Jumat (29/4/2022).

BacaDilema Honorer Kesehatan di Simalungun, Rela Dipungli atau SK Tidak Diperpanjang Lagi

BacaBersamaan di Hari Guru, Kadis Pendidikan Simalungun Diadukan, Dugaan Pungli

Dia juga menyampaikan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan menanyakan langsung ke Bupati Simalungun.

“Dan, jika benar telah terjadi pungli, kita serius menindaklanjutinya ke aparat penegak hukum,” tegas Bona Uli.

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: