Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kelapa di Silau Bayu, Indikasi Mark Up Harga 300 Persen

Share this:
CHANDRO PURBA-BMG
Pangulu Silau Bayu, Sahlan Sinaga (insert). Latar: Kantor Pangulu Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun.

Terlalu Mahal

Dia juga menyampaikan, sebelum mereka, Nagori Huta Dipar, Kecamatan Gunung Maligas, sudah lebih dulu melakukan program serupa. Bahkan, kelapa hibrida mereka sudah berbuah.

“Jadi, kita bukan yang pertama,” katanya lagi.

Dari penjelasan Pangulu Sahlan Sinaga itu, maka perkiraan anggaran dana untuk pengadaan bibit kelapa hibrida adalah senilai Rp65 juta.

Angka itu diperoleh dari perkalian jumlah penerima bantuan sebanyak 650 KK, dengan harga pembelian bibit kelapa hibrida sebesar Rp100.000 per pokok.

Kemudian, anggaran dana untuk pengadaan pupuk urea senilai Rp34.440.000. Sebanyak 56 sak dikali Rp615 ribu per sak. Maka, total anggaran untuk pengadaan bibit kelapa hibrida dan pembelian pupuk urea sebesar Rp99.440.000.

Pangulu Silau Bayu, Sahlan Sinaga. Latar: Kantor Pangulu Nagori Silau Bayu dan bibit kelapa hibrida bantuan untuk warga desa.

BacaSetoran Wajib 20 Persen ke Kacab Disdik, Betul Atau Tidak? Mariani Samosir: ‘Ndang Diida Mata Diida Roha’

BacaDugaan Korupsi Pengadaan Bibit Lele, Camat Lapor ke Walikota

Terdapat selisih sebesar Rp4.339.440, dari anggaran untuk program pemberdayaan masyarakat desa peningkatan produksi tanaman pangan, senilai Rp103.779.440.

Sementara itu, dari penelusuran BENTENG SIANTAR, diketahui jika harga satuan bibit kelapa hibrida yang dibagikan oleh Pangulu Nagori Silau Bayu itu, dinilai terlalu mahal. Nah, lho.

Halaman Selanjutnya >>>

‘Untung Banyak’

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: