Selama Penyekatan, Sayur Busuk di Pasar Horas, Hefriansyah Tidak Peduli

Share this:
FERRY SIHOMBING-BMG
Para pedagang Pasar Horas saat menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Merdeka, Siantar, Rabu (1/9/2021) siang. (Insert) Walikota Siantar Hefriansyah.

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Selama ini, para pedagang di Pasar Horas Siantar, memilih bersabar. Sabar meski dagangan mereka sepi pembeli, karena akses jalan menuju pusat pasar terbesar di Kota Pematang Siantar itu ditutup.

Mereka juga sabar ketika melihat akses menuju Pasar Dwikora (atau yang biasa disebut Pasar Parluasan) tidak ditutup total.

Tapi seiring berjalannya waktu, kesabaran mereka akhirnya kandas sudah. Mereka mulai diliputi rasa keputusasaan saat melihat sayur mayur sampai membusuk, sama sekali tidak ada pembeli.

Mereka pun mulai geram, marah melihat sikap Walikota Siantar Hefriansyah yang sama sekali tidak peduli. Berontak karena pemimpinnya tidak adil, sebab akses ke pusat pasar tradisional lain malah diberi kelonggaran, tapi mereka malah dibiarkan merugi saban hari.

“Dagangan kami tidak laku. Sementara, bantuan tidak ada, sama sekali tidak ada perhatian dari walikota,” keluh Nurhaulina Pardede, salahseorang pedagang Pasar Horas, di sela-sela menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Merdeka, Siantar, Rabu (1/9/2021) siang.

Sejumlah pedagang Pasar Horas Siantar, berunjukrasa di Jalan Merdeka, Rabu (1/9/2021).

Menurut Nurhaulina, pemerintah tidak adil.

“Kenapa (Pasar) Parluasan dibuka 24 jam? Pasar Horas tidak. Tidak adil negara kita. Indonesia adil. Jangan sampai sebelah pihak saja. Demi perut sejengkal yang kami cari,” protes Nurhaulina.

Selama PPKM Level IV, sambung Nurhaulina, Pemerintah kota Pematang Siantar maupun Satgas Covid-19 tampak tutup mata dengan kondisi para pedagang. Tidak satupun bantuan mengalir ke pedagang yang kini mengalami kesulitan pemasukan.

“Tidak ada bantuan. Kami belum ada bantuan. Sayur-sayur busuk. Kami rugi,” keluh Nurhaulina lagi.

BacaHeboh di dekat Taman Hewan Siantar, Ditemukan Tas Bertuliskan Awas Ada Bom

BacaPPKM di Simalungun: Pesta Kawin Oknum Dewan Lanjut, Hajatan Warga Bubar

Pedagang lain, Jhon Sitio mengatakan, para pedagang berharap Satgas Covid-19 dapat memberikan kelonggaran dengan membuka akses Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, yang merupakan jalur menuju Pasar Horas.

“Kita meminta pemerintah membuka akses kelonggaran ke Pasar Horas. Kalaupun tidak bisa dibuka terang-terangan, bisa dibuka dalam hitungan jam,” saran Jhon.

Halaman Selanjutnya..

Angkat Bendera Putih

Share this: