Forkopimda dan Tokoh Agama Serukan Pematang Siantar Kota Toleransi

Share this:
BMG
Walikota Siantar Susanti Dewayani foto bersama dengan Forkopimda bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menyerukan Kota Pematang Siantar adalah kota toleransi, Jumat (20/1/2023).

Fernando sempat menyinggung soal pelaksanaan bazar Imlek Fair beberapa waktu lalu yang berkaitan dengan izin keramaian. Menurutnya, pembubaran tersebut tidak ada hubungannya dengan tindakan intoleransi. Ia juga menegaskan tidak ada tindakan diskriminasi di Kota Pematang Siantar

“Saya minta tolong, jaga kota kita ini. Jangan didorong oleh polarisasi,” imbaunya, sembari menyampaikan siap mendukung Pematang Siantar menjadi kota yang toleran dan kondusif.

Pada dialog ini, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy SB SIP, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Drs HM Ali Lubis, Sekretaris DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematang Siantar Chandra SE, dan mewakili Dandenpom I/1 Pematang Siantar Mayor CPM Junilham Sitorus SH, dalam pemaparannya sepakat Kota Pematang Siantar di bawah kepemimpinan dr Susanti semakin kondusif dan toleransinya semakin meningkat.

Prinsip Dalihan Natolu selalu dipegang erat oleh masyarakat Kota Pematang Siantar. Sehingga kerukunan umat beragama semakin terjaga.

BacaPayah! Potret Kantor DPMPN Simalungun Memprihatinkan, Plafon Bolong, Toilet Jorok

BacaBerantas Germo di Siantar, Kali Ini, Pelaku Dicokok dari Oyo Residence 88

Menutup pertemuan, Ketua Satkom Gajah Mada Anton Winata mengaku organisasi yang dipimpinnya tidak ada mengeluarkan statement soal intoleransi dikaitkan dengan pembubaran bazar Imlek Fair.

“Persoalan ini cukup sampai di sini. Kami tidak akan menindaklanjuti lagi,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya >>>

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: