Kapan Waktu Tanam, Menjual, dan di mana Dijual, Rospita: Akan Diatur

Share this:
BMG
Paslon nomor urut 4 H Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus dalam debat putaran pertama, Sabtu (14/11/2020).

SIMALUNGUN, BENTENGSIANTAR.com– Pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah salahsatu fokus utama perhatian pasangan H Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus. Diketahui bahwa Kabupaten Simalungun, memiliki leading sektor, yakni pertanian, perkebunan dan pariwisata.

Terkhusus untuk sektor pertanian, ada satu persoalan utama adalah harga pasca panen sering di bawah biaya produksi. Namun, akibat harga yang tidak pro petani itu, tidak sedikit yang tidak mendapatkan keuntungan dari hasil pertaniannya.

Jika terpilih, Anton-Rosptita akan memberi prioritas di bidang pertanian, karena Simalungun adalah sumber pertanian yang cukup baik. Namun menjadi persoalan ketika pasca panen petani tidak mendapatkan harga yang cukup baik. Sehingga tidak mendapatkan keuntungan dari hasil pertaniannya.

“Pertanyaannya, jika anda terpilih bagaimana program strategi saudara untuk dapat mengontrol harga pasca produksi dan meningkatkan jumlah petani dan luasan lahan pertanian yang semakin berkurang dari tahun ke tahun,” tanya panelis yang dibacakan moderator debat Ayu Juwita, pada Sabtu ( 15/11/2020) malam, lewat livestream KPU di facebook.

Menurut Rospita, beberapa penyebab pendapatan petani tidak signifikan hal itu disebabkan oleh bibit yang cukup mahal, pupuk mahal, sarana produksi yang lain juga cukup mahal. Sehingga ini menjadi beban biaya produksi bagi petani dan harga dasar petani dengan harga jual menjadi tidak seimbang.

BacaDikabarkan Terinfeksi Corona, Cawabup Rospita Sitorus Banjir Doa dan Dukungan

Oleh sebab itu, pasangan calon nomor urut 4 ini akan menyediakan bibit, pupuk, dan sarana produksi tepat waktu dengan harga yang terjangkau. Sehingga, petani nantinya akan mendapat nilai tambah dari hasil pertaniannya.

Kemudian, mereka juga akan menerapkan pola tertib tanam. Sehingga kapan waktu menanam, kapan menjual menjadi sesuatu yang terpenting bagi petani.

BacaBarisan Anton-Rospita Sholawatan dan Santuni Anak Yatim: Kita Mohon Doa

Lalu ketika di saat panen raya tidak mengalami fluktuasi harga yang cukup drastis turun, tetapi mereka akan tetap mendapatkan harga sesuai dengan pasar.

“Karena memang telah diatur kapan menanam, kapan menjual, dan di mana akan dijual,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, maka lembaga pertanian akan dikuatkan lewat kelompok-kelompok tani sehingga memiliki akses informasi ke dunia luar untuk penguatan seluruh petani di Simalungun.

Share this: