Benteng Siantar

Momen Bahagia Anak Mantan Pejabat Siantar Buyar, Resepsi Pernikahan Dipaksa Bubar

Tim Satgas Covid-19 Siantar membubarkan pesta pernikahan anak mantan Dirut PD Pasar Horas Jaya Setia Siagian, di Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Jumat (10/9/2021).

SIANTAR, BENTENGSIANTAR.com– Setiap pasangan pengantin pasti ingin acara pesta perkawinannya dihadiri banyak orang. Mereka juga tentu berharap acara sakral seumur hidup itu berlangsung sukses tanpa hambatan sama sekali.

Demikian halnya Ramos Siagian dan Kristin Natalia Boru Situmorang. Pasangan pengantin ini ingin agar pesta kawin yang mereka gelar di Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, pada Jumat (10/9/2021), berlangsung meriah dan penuh suka cita.

Namun, munculnya pandemi Covid-19 dan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat semua rencana indah itu langsung buyar.

Tim Satgas Covid-19 Siantar datang. Mereka tetap bergeming meski Ramos Siagian, bukan lah orang sembarangan.

Ia anak dari Setia Siagian, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Siantar.

Amatan BENTENG SIANTAR di lokasi pesta, para tamu undangan tampak memadati lokasi pesta yang digelar di halaman rumah Setia Siagian. Sejumlah bunga papan juga tampak berjejer di sepanjang jalan.

Pihak keluarga Setia Siagian tidak mengindahkan anjuran Satgas Covid-19 sehingga mendapat teguran dan pesta dibubarkan, di Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Jumat (10/9/2021).

BacaPPKM di Simalungun: Pesta Kawin Oknum Dewan Lanjut, Hajatan Warga Bubar

BacaBuntut Pesta Kawin Putri Anggota DPRD Simalungun, Camat Hutabayu Raja Dicopot

Bahkan, mobil dan sepeda motor para tamu undangan yang terparkir diparkirkan di pinggir jalan membuat kemacetan arus lalu lintas.

Halaman Selanjutnya..

Tamu Disuruh Pulang dan Dilarang Datang Kembali

Tamu Disuruh Pulang dan Dilarang Datang Kembali

Camat Siantar Timur Saiful Rizal bersama Tim Satgas Covid-19 Kecamatan yang datang ke sana kemudian memberikan peringatan kepada keluarga Setia. Namun, peringatan itu tidak diindahkan.

Salah seorang Tim Satgas Kecamatan pun sempat terlibat adu mulut dengan keluarga Setia. Mereka tidak terima dengan teguran yang disampaikan Tim Satgas.

Melihat itu, Saiful kemudian menghubungi Satpol PP dan Bhabinkamtibmas. Satpol PP yang datang dengan mengendarai dua unit mobil patroli pun menyuruh para tamu undangan segera membubarkan diri dan tidak datang kembali.

Lalu, salah seorang keluarga Setia Siagian mendatangi personel Satpol PP. Dia mengaku sebagai Tim Satgas dari provinsi.

Tim Satgas Covid-19 sempat adu mulut dengan salahseorang keluarga Setia Siagian, di Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Jumat (10/9/2021).

BacaCatat! Ini Jadwal Buka Tutup Penyekatan di Siantar

BacaProtes Dewan Makan Durian: Enak-enak Orang Itu, Kami Dilarang Berjualan, Memang Dasar

Meski begitu, Tim Satgas tetap membubarkan hajatan tersebut. Personel Satpol PP juga meminta kepada keluarga Setia untuk tidak melanjutkan pesta.

Halaman Selanjutnya..

Setia Sudah Minta Izin, tapi..

Setia Sudah Minta Izin, tapi..

Kepada wartawan, Camat Siantar Timur Saiful Rizal mengaku, sebelumnya, Setia sudah meminta izin acara kepadanya. Namun saat itu, Saiful mengatakan, acara izinkan dengan syarat tamu terbatas.

Saiful mengaku jika anak Setia Siagian itu sudah dua kali gagal menggelar pesta karena situasi pandemi. Dari sisi kemanusiaan, Saiful sendiri sebenarnya mengaku kasihan.

Personel Satpol PP turun ke lokasi untuk membubarkan pesta pernikahan anak dari Setia Siagian di Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Jumat (10/9/2021).

BacaIstimewanya Taman Hewan di Mata Hefriansyah, Diizinkan Buka Saat yang Lain Tutup

BacaSiantar PPKM Level 3: Pusat Perbelanjaan dan Kafe Boleh Buka Sampai Pukul 9 Malam

Namun, karena diperintah, maka dia menyarankan agar pesta digelar biasa saja.

“Dilihat dari sisi kemanusiaan, kasihannya. Tapi karena ini perintah, kami bilang sama mereka agar acara digelar biasa saja. Jumlah undangan sedikit. Nggak pakai teratak. Itu yang kami sampaikan,” tandas Saiful Rizal.