Tak Pernah Bercita-cita Jadi Dokter Apalagi Walikota, Susanti Kecil Ingin Menjadi Petani

Share this:
BMG
Walikota Siantar Susanti Dewayani saat menanam padi di areal persawahan, Jalan Bahkora II Bawah, Huta Nainggolan, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Jumat (25/11/2022) pagi.

Varietas ‘Inpari 32’, Potensi Hasil 8,43 Ton per Hektare

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematang Siantar, Ir Ali Akbar, menyampaikan, dengan adanya bantuan benih unggul/sarana produksi lainnya dari pemerintah, maka masyarakat terbantu dalam mendapatkan benih unggul sehingga kemampuan bertani semakin meningkat.

Dengan penggunaan benih unggul oleh petani, masih kata Ali Akbar, diyakini dapat berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan mutu hasil komoditi tanaman pangan. Sehingga mendukung untuk ketersediaan pangan, khususnya di Kota Pematang Siantar.

Salah satu varietas padi unggul saat ini adalah varietas ‘Inpari 32’ dengan potensi hasil 8,43 ton/ha gabah kering giling (GKG). Keunggulan lain adalah tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB), juga tahan terhadap tungro, serta rasa nasi pulen.

BacaDPRD Simalungun Kritik Bantuan Benih Padi dan Jagung Tidak Berkualitas

BacaDari Parapat Danau Toba, Wapres Ma’ruf Amin Dorong Kampanye Bumbu Tradisional Indonesia Mendunia

Mengingat hal itu, maka pada Tahun Anggaran 2022, Pemko Siantar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengalokasikan anggaran untuk pengadaan/bantuan benih unggul bersertifikat kepada petani melalui wadah kelompok tani.

Halaman Selanjutnya >>>

Tersebar di Empat Kecamatan

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: