Persalinan Maut Bidan Elvinawati di Puskesmas Parapat, Bayinya Meninggal, Ibu Kritis, Bakkara Lapor Polisi

Share this:
BMG
Ibu bayi Harmilawaty usai bersalin. (KIRI) Puskesmas Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Respon Dinkes Simalungun

Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan, Kabupaten Simalungun, Rosman Saragih menuturkan, dari keterangan Puskesmas Parapat, diperoleh informasi bahwa pasien melahirkan pada 16 Oktober 2023, dan pulang keesokan harinya.

“Sudah kita tanya kepala puskesmas. Bayi tidak minum asi, jadi dibawa ke RSUD Parapat. Kemudian dirujuk ke RS Efarina. Bayi meninggal di RS Efarina,” kata Rosman.

Rosman Saragih sendiri menyayangkan dan telah menegur pihak Puskesmas Parapat karena tidak memiliki laporan perkembangan pasien pasca bersalin. Dia sendiri mengaku baru tahu kejadian tersebut.

Lalu soal adanya negosiasi antara bidan dengan pihak keluarga pasien sebelum ari-ari dikeluarkan, menurut Rosman, hal itu tidak dibenarkan.

“Kita cek nanti, tidak benar seperti itu. Kita harus mengedepankan kemanusiaan. Pasien harus ditangani lebih dulu, nanti urusan lainnya,” ujar Rosman menanggapi.

Atas kejadian itu, Rosman mengatakan, pihaknya akan memanggil Kepala Puskesmas Parapat dan bidan yang bersangkutan. Termasuk akan melakukan analisa bersama Ikatan Bidan Indonesia, dengan memintai keterangan dokter spesialis kandungan.

BacaBayinya Ditahan Sepupu di Beringin Simalungun, Diminta Tebusan Rp35 Juta

BacaAstaga! Takut Aibnya Terbongkar, Ibu Muda di Buntu Turunan Tega Bunuh Bayi Sendiri

Sementara itu, belum ada klarifikasi dari Bidan Elvinawati Ambarita. Ditemui di Puskesmas Parapat, Senin (30/10/2023), kepala puskesmas dan bidan yang bersangkutan tidak di tempat.

Halaman Sebelumnya <<<

Share this: